Muntu Melawan Dominasi Modern


Kupluk Blangkon Oe!

Kupluk Blangkon Oe!

Melakoni hidup di tengah-tengah arus modernisasi memang ndak mudah. Sebatas mengikuti tren, pasti dikira mengikuti budaya ala barat. Kalo ndak mengikuti, malah kena cap, orang jadul.

Baca lebih lanjut

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino


Travelers cilik_cilikan nek selekta

Travelers cilik_cilikan nek selekta

Selamat pagi hunyi, sebelum membaca surat ini, biarkan selimut kain warna hijau muda itu melingkari tubuhmu lalu mengusir dinginnya kota di pucuk perbukitan itu, Malang.Beruntung sekali, seharin penuh kemarin aku bisa menggandeng tanganmu. Lalu melihat senyum dan tangismu pecah berserakan di antara sela-sela waktu. Siang dan malam. “Seneng, walau pun kadang bikin band mood, makasih mas budi,” katamu, melipir di risend update selulermu.

Baca lebih lanjut

Monolog Gagal Terbit


ini naskah gue yang gagal Terbit.

ini naskah gue yang gagal Terbit.

Awalnya, gue kira menerbitkan buku itu perkara gampang-gampang susah. Apa lagi kalo sudah lama menekuni dunia blogg sampai bertahun-tahun. Otomatis, kalo blogger sesepuh, sudah punya pembaca tetap. Berarti punya fans base tersendiri. Punya segmen, pembaca yang bisa dituju. Marketnya sudah terbentuk.
Ada jejak pendapat, yang menyebutkan. Kualitas tulisan, bisa di bilang semakin matang, kalo semakin tinggi jam terbangnya. Blogg itu kalo di konsep secara serius. Betul-betul bisa menjadi sebuah brand, lho. Banyak blogg, yang punya karakter unik yang berujung pada ganjaran kontrak penerbitan.

Baca lebih lanjut

Hunyi di Kota Apel


Kampus UM 2. Foto: @NotedCupu Megalau

Kampus UM 2. Foto: @NotedCupu Megalau

Dek, rasanya hari ini, kamu begitu jauh. Sejak hari sabtu yang lalu kita memang ndak ada kata “Hallo” lagi. Mungkin saja, hari ini puncaknya. Apa yang aku harapkan, perlahan sirna. Omongan manis, di awal-awal dulu yang pernah terucap, bergeser menjadi puing-puing kenangan. Aku rindu sekali, dengn panggilan “Hunyii…  dan suara-suara rengekan manjamu. Tadi siang, sewaktu aku mampir di kosmu, kamu tampak cantik. Sungguh!. Ada gelang warna ke emasan, yang melingakari lengan kananmu. Aku dulu pernah berucap, aku suka atas ke serdahaanmu yang polos-polos saja…

Baca lebih lanjut

Ada Kasta dalam Kemeja


Kemeja Lengan Pendek. Di singkat jadi; Keledek

Kemeja Lengan Pendek. Di singkat jadi; Keledek


Di masa era perjuangan ‘45-an, tentunya, ketika masih jaman Walondo (Penjajahan Belanda) masih bersliweran di nusantara. Apa-apa serba terbatas. Makanan, masih berupa nasi kerok jangan (sayur) lembayung. Pakaian, masih ala kadarnya berupa, suwal goni (kain dari sobekan karung) yang melilit di tubuh. Pada masa itu, sandang (pakaian), pangan (makanan), serba defisit, nan kekurangan. Rasanya, kisah klasik pribumi terlahir, dari masa penjajahan Belanda. Contoh sederhananya, kerja tanam Romusa.
Umur Republic semakin menua. Di barengi dengan, saksi sejarah yang kian langka termakan zaman. Beruntung banget, nenek gue masih fasih ketika gue tanya seputar zaman kedigdayaan nyonya Menir. Ho’oh. Kemungkinan besar, Simbahku iki, salah satu saksi kunci sejarah, yang masih berumur panjang, di kabupaten Trenggalek, khsusnya daerah kota Panggul. Sewaktu gue tanya, tentang pemberontakan G30-SPK-I di tanah kelahirannya, simbah ki masih lancar bercerita ngalor-ngidol. Padahal, umure wes tembus 80 tahun ke atas, ancen wes sepuh tenan.

Baca lebih lanjut